Rekomendasi Tempat Kuliner yang Bersih dan Murah

Rekomendasi Tempat Kuliner yang Bersih dan Murah

Bigtupperbrewing – Siapakah yang tidak perlu makan? Sebagai salah satunya keperluan primer, tiap orang pasti perlu konsumsi gizi agar bertahan hidup. Nikmat atau tidak itu masalah belakang jika berbicara masalah keperluan. Tetapi, jika dapat makan nikmat? Siapakah yang nolak? Apalagi murah. Tidak dapat disangkal, hidup di ibukota Jakarta memang berat di biaya. Iya, biaya makan. Tetapi tenang, kita tahu sekali kok keadaan dompet dan rekening tabungan anak milenial, apalagi jika di bulan akhir. Nah, berikut ini ialah beberapa tempat makan pada harga menu yang sekitaran di bawah Rp. 50.000.

Wahteg, Tanjung Duren

Yang ini dapat disebut sang pendatang baru, pasalnya baru warung makan ini baru dibuka pada November 2018. Gagasan dan pengembangan yang bagus sekali karena belum sempat ada ‘Warteg Gaul’ seperti begini. Persisnya bukan gaul sih, mereka masih tetap menjaga keunikan warteg secara umum yang dapat disaksikan dari piring, menu makan, langkah pesan, sampai meja dan bangku.

Tetapi, yang buat berbeda ialah dekornya yang lucu dengan supremasi warna hijau toska dan putih. Warteg ini dingin karena memakai AC, dan bersih tentunya. Harga juga cukup irit di kantong mpo88. Saya makan bertiga dengan keseluruhan billing Rp. 127.000, telah komplet sama Es Teh Tawar dan masing-masing dengan jatah meluap plus daging, sayur, gorengan dan kuah.

Namun yang buat kurang sreg sebetulnya ialah opsi menu makanan yang tidak sekitar warteg biasa. Jika pajangan makanan di warteg biasa, piring lauknya dapat sampai bertumpukan ke atas, disini hanya rata di bawah saja. Gorengannya teridi di showcase yang terpisah sendiri, dari tahu, tempe sampai kentang goreng balado. Karyawan disini sedikit lemot layani konsumen. Dan cuma ada satu karyawan saja yang ngelayani konsumennya. Maka terbayang jika lagi ramai konsumen bagaimana?

Oke, berlanjut ke ulasan makanan. Dimulai dari yang umum dahulu ya. Sebagai pencinta terong, saya sudah tentu pesan terong balado disini. Memiliki bentuk panjang-panjang dipotong tipis. Sangat sayang, rasanya cemplang, terongnya terlampau lembek jadi sampai terpisah gitu sama kulitnya. Karena pencinta terong, saya dapat ngomong jika kurang dapat nikmati kesan enaknya terong yang saya mencari. Kikil disini biasa saja, ada sisi yang sulit dikunyah.

Nah, ini nih yang bahaya. Jika yang ini sih menu harus semua warteg, yah. Telor dadar. Harus pesan dan coba jika makan disini. Bukan Telor dadar biasa, langkah masakanya diolesi tepung dan daun bawang hingga lebih krenyes saat dikonsumsi. Rasanya yang renyah, makan gunakan nasi hangat saja telah nikmat sekali. Lalu, ada menu ayam goreng yang dapat kalian mintai kremes dan serundeng yang banyak. Disini ayam gorengnya tidak keras, dapat tentukan sisi dada atau paha. Nah itu ia yang buat bill harga cukup mencolok.

Untuk lengkapi semua, saya awalnya meminta nasi yang dibikin ‘becek’ dengan kuah opor. Asli, yahut, nikmat. Terus saya ada pesan daun singkong tumbuk yang favorite saya setiap warteg selainnya terong balado. Nah, ini sesuai harapan walau rasanya cukup ke-blend sama kuah opor barusan. Tetapi, teksturnya oke, tidak kelembekan yang lembek gitu. Oh ya, belum komplet deh jika tanpa sambal. Disini ada dua opsi sambal yakni sambal terasi dan sambal goreng yang asin sekali. Cukup pedas, tetapi menguasai renyah asinnya, yang buat saja jadi keasinan. Ditambah lagi macam lauk yang sudah ‘meriah’ dalam piring ini.

Untuk minuman, kalian dapat temui Limun Soda Oriental jadoel dari pekalongan disini! Terus, agar semakin nikmat, janglah lupa bayar menggunakan GoPay karena ada cashback 20%.

Uduk Gan, Tebet

Yang saya sukai disini yaitu tiap pemesanan pertama, nasi uduknya dapat disuruh sekitar yang kalian ingin. Eit, tetapi harus bertanggung jawab alias habis ya sama sesuai dengan kalian meminta. Nasi uduk disini rasanya super rich dan flavorful, betulan kombinasi semua cita rasa renyah dari santan dan harum wewangi tipikal nasi uduk nya dapat sekali. Jujur, saya cemilin ini saja bisa juga, asli renyah strong nikmat sekali. Tetapi ya, jika dikonsumsi sama lauk kembali rasanya cukup nabrak, tetapi kembali ke hasrat semasing. Di tempat ini ada opsi ayamnya dimasak dengan air-fried, jadi lebih sehat karena tanpa minyak goreng. Untuk harga, Nasi uduk + 1/4 ekor ayam negeri itu Rp 30 ribu. Atau ayam dapat ditukar dengan opsi 2 ekor lele gorang pada harga yang serupa.

Janganlah lupa sambalnya. Pedas cocok dan nikmat. Mengapa nikmat? Tidak keasinan dan renyah wewangian ciri khas bawang merah berasa sekali, karena dipotong besar dan riil di sambel uleg ini. Harus buat kamu yang bertandang kesini membeli kangkung plecing, rasanya nikmat. Ruangan dari Uduk Gan ini berada di lantai 2 demikian jadi harus naik tangga dahulu. Cukup bakar kalori ya. Nah, ruangnya luas sekali dan dapat untuk ngadain acara. Juga bisa pesan catering.

Claypot Popo, Menteng

Sempat keterlaluan saya mencari tempat ini karena sangat imutnya. Pintu masuknya imut dan hanya satu pintu warna hijau tua didampingi kaca jendela yang ditutup-tutupi dengan koran Bahasa Mandarin, terasa sekali kan vibes jadoel baharinya. Cocok masuk memang hanya sepetak, meja bangku disamping kanan dengan cermin yang buat tempatnya kelihatan luas sedikit lah ya. Ada pula lantai 2 dengan tangga yang terjal dari kayu. Inilah yang saya senang dengan tempatnya, walaupun kecil tetapi seperti mengingati zaman dahulu yang sederhana and not too much decoration. Dan, memang arah ke situ ya buat makan bukan kongkow semakin lama. Disini menunya cukuplah sederhana. Pertama, terang yang direkomendasikan ialah Claypot Siram Telur Mentah, yang harga Rp 25 ribu.

Lalu, ada Claypot Dadar Caipoh, harga Rp 20 ribu. Jatah nasinya sangat banyak pada harga begini. Memang tanpa daging, tetapi didalamnya beberapa macam. Ada wortel dan caipoh dengan bintang khusus telur dadar mereka fluffy dan tebal gitu. Telur dadar ini bisa juga disuruh untuk tiap menu plus tambahan Rp 5 ribu.

Wortelnya dipotong lumayan besar dan masih keras, tetapi malah buat krenyes sekali ya kesannya. Nah, disini caipoh-nya yang buat unik. Saya anggap sepintas potongan suwir daging sapi, eh taunya caipoh semacam sayur asin gitu, gress gress cocok digigit. Lebih untik makan menu nasi telur ni.

Untuk menu misua, ada Claypot Misua Goreng, harga Rp 20 ribu. Jatahnya juga banyak, tetapi overall biasa-biasa saja. Jika dari barusan gurih-asin, ini kali lebih ke gurih-manis dan terasa kecapnya. Struktur misuanya benyek dan cuma ada tambahan sayur tanpa daging. Nah, paling akhir yang tidak kalah recommended ialah Claypot Tahu Telur Asin. Nikmat sekali tagih dan ada rasa ciri khas telur asin yang sukses dibawa dan diterapkan ke menu satu ini. Rasanya tidak pernah saya temuin dimana saja.

Tahunya banyak juga, loh. Semuanya sudah rata diaduk-aduk dengan sauce telur asinnya yang tidak kikir hingga rasa tidak setengah-setengah. Dapat lebih sauce kembali plus tambahan Rp 7 ribu atau telur dadar plus tambahan Rp 5 ribu. Sebetulnya ini menu misua, tetapi kalian bebas untuk pilih jika memang ingin ditukar dengan nasi. Dan murah sekali karena tidak ada daging rerata di semua menu mereka. Oh ya, disini juga ada Clypot Sapi Cah Bawang Putih, harga tambah mahal sedikit, yaitu Rp 40 ribu.


Comments are closed.