Nasi Jinggo, Makanan Murah Meriah Khas Pulau Bali

Nasi Jinggo, Makanan Murah Meriah Khas Pulau Bali

Bigtupperbrewing – Jika di Jogja terkenal dengan nasi kucingnya yang murah meriah, Bali juga punya loh. Nasi kucing versi Bali ini namanya Nasi Jinggo. Kamu bisa menemukan banyak pedagang nasi ini di seluruh wilayah Bali khususnya sekitar Kota  Denpasar. Yuk simak sejarah makanan murah favorit masyarakat Bali ini!

Sejarah Nama Nasi Jinggo

Dilihat dari segi namanya, kata “jinggo” berasal dari bahasa Hokkien yang artinya “seribu lima ratus”. Nama ini diambil dari harga pasaran nasi jinggo sebelum adanya krisis moneter di Indonesia. Kalau sekarang, harga nasi ini yaitu Rp5000 per bungkus.

Namun, ada juga pendapat lain tentang sejarah penamaan nasi ini. Kata “jinggo” disebutkan berasal dari sebuah judul film yang populer pada masa itu. Judul film yang dimaksud adalah “Djanggo”.

Versi lain mengatakan kalau “jinggo” artinya jagoan. Nama ini diambil dari nama pengendara sepeda motor terkenal di Bali saat itu. Pengendara motor ini katanya sangat suka makan nasi jinggo loh.

Asal Usul “Nasi Kucing” Khas Bali

Banyak yang mengatakan kalau nasi murah khas Bali ini sudah ada sejak tahun 1990. Saat itu, banyak sopir yang asalnya dari luar Kota Denpasar sering beli nasi ini. Tapi, ada juga yang bilang kalau nasi ini sudah ada sejak tahun 1980-an. Wah, kamu sudah lahir belum nih?

Nasi jinggo ini awalnya ada di kawasan dekat pasar Kumbasari. Lebih tepatnya ada di Jalan Gajah Mada, Denpasar, Bali.

Perbedaan Nasi Jinggo Bali dan Nasi Kucing Jogja

Kalau di Jogja, nasi kucing biasa dijual di tenda-tenda bersama jajanan dan minuman pendamping lainnya. Lain dengan nasi jinggo, kebanyakan penjualnya hanya membuka lapak kecil berupa meja untuk meletakkan dagangannya.

Selain itu, nasi jinggo dibungkus dengan daun pisang. Adapun nasi kucing dibungkus pakai koran bekas atau kertas minyak. Harga keduanya juga berbeda. Kalau nasi kucing Jogja rata-rata seharga Rp1000 – Rp2000, nasi jinggo seharga Rp5000.

Memang, isi nasi jinggo pun lebih lengkap dan dijamin bikin kamu lebih kenyang. Kalau nasi kucing cuma berisi nasi dan sambal atau kering tempe. Nasi jinggo biasanya berisi potongan daging, serundeng, potongan telur, mie goreng, tempe, tahu, dan tentunya sambal. Varian dagingnya pun lebih beragam.

Varian Rasa

Nasi jinggo bali disajikan dengan beragam rasa dan isian dagingnya. Campurannya pun bisa beragam seperti tempe, serundeng, mie instan, tahu, dan masih banyak lagi. Berikut beberapa varian rasa daging nasi kucing khas Bali ini:

  1. Daging babi

Tentu saja kamu tidak asing lagi kalau Bali terkenal dengan olahan daging babinya ya. Kalau kamu suka atau ingin mencoba, banyak penjual nasi jinggo dengan isian daging babi ini. Tapi, kalau kamu tidak bisa makan babi, tidak perlu khawatir. Masih ada banyak varian daging lainnya yang bisa dicoba.

  • Ikan pindang

Nasi jinggo dengan isian ikan pindang ini tak kalah jadi favorit. Kamu bisa menemukan penjual nasi jinggo dengan isian ikan pindang dengan mudahnya. Tapi perlu diingat, kamu tidak akan mendapatkan nasi dengan lauk ikan pindang berukuran besar ya. Namun, hanya sepotong kecil ikan sebab harganya pun sudah murah meriah.

  • Ayam suwir

Nah, kalau kamu pecinta ayam apalagi ayam suwir, nasi jinggo juga tersedia isian ini loh. Biasanya, selain pakai ayam suwir, ada juga pedagang yang memberi sedikit ikan teri di sambalnya. Jinggo dengan isian ikan suwir ini salah satu yang paling umum ditemukan.

Kesimpulan

Tiap daerah punya makanan khasnya masing-masing. Kalau Jogja punya nasi kucing, Bali punya nasi jinggo. Harganya pun murah meriah, cocok bagi kamu yang mau berhemat.


Comments are closed.